Entri Populer

Selasa, 02 Agustus 2011

cerita kecil di dalam sebuah lagu

           setiap lagu memiliki cerita dan dibawah ini adalah cerita salah sebuah lagu yang pernah ku dengarkan. dan aku mengembangkannya dengan cerita kecil.
   siang itu bel di salah sebuah sekolah berbunyi dan semua murid yang ada di sana pun mulai berhamburan keluar.
ruki yang masih kelas 2 SMP keluar dari kelasnya dengan membawa setumpukkan buku hasil kerja siswa kelas 2-C.
"Ruki, kelihatannya kamu kesusahan, sini aku bantu" ujar Iori yang baru keluar dari kelasnya
"lho? aneh. biasanya si bedebah nih sukanya ngejahili aku, tumben mau bantu aku. janga-jangan ada sesuatunya nih?" tanya ruki dalam hatinya. pikirannya dipenuhi oleh banyak pertanyaan yang tidak ada jawabannya dan ia tampak terbengon.
"mmm... Ruki???"
iori melambai-lambaikan tangannya, dan ruki yang sejenak itu terbengon tersadarkan.
"eh...a...ada apa Iori?"
"kayaknya kamu kesusahan tuh, sini aku bantu" kata iori sambil mengambil setengah dari tumpukkan buku yang ada di tangan Ruki.
"tidak perlu Iori! sini kembalikan padaku!"
"akh.. gak apa apa, aku kan cowok jadi biarkan aku menbawa barang yang berat"
"eh.. ta...tapi...." ujar ruki berusaha mencari alansan agar iori tidak menbantunya
"sudahlah Ruki, biarkan aku bawakan"
tanpa di suruh iori berjalan ke arah majelis guru, dan ia mulai berbincang dengan Ruki
"Ruki... hobimu apa?"
"hah? hobiku? eh.... nulis cerpen, buat cookie kali" ujar ruki sambil berpikir
"oo... kapan-kapan buatin kue untukku ya" ucap iori sambil tersenyum
Ruki tidak menjawad ia hanya menganggukan kepala, dan dalam sekejap saja mereka sudah sampai ke majelis guru.
   iori meletakan buku-buku tersebut ke meja Haruki sensei kemudian diikuti oleh Ruki.
dan mereka lalu bersama-sama pulang. hari-hari berikutnya pun demikian dan ruki pun menjadi barang ejekan setiap orang. tapi pada suatu harinya setiba saatnya pulang ruki pun bertemu kembali dengan iori.
"hai Ruki" sapa iori dengan ramah
"oh... hai juga" ruki berjalan perlahan
"kamu mau tak address resep cookie di internet?"
"ehm...... "
"mau tak?"
ruki tidak menjawad kali ini ia berjalan cepat ke arah gerbang sekolah dan diikuti iori yang mengejarnya.
"TUNGGU! Ruki!!"
ruki berhenti dan memandang iori
"mau apa sih? kenapa kamu aneh? sudah jangan mengejarku lagi, tidak mau jadi barang ejekan semua orang"
iori tertegun dan tanpa berkata apa-apa ia pun menjauh dari hadapan ruki.
   keesokkan harinya ruki melihat iori sedang bebicara dengan seorang sahaabatnya. ruki pun mendekati mereka berdua
"yooo! Saki!"
"aduh.. ruki ini... terkejut aku"
"sedang bicarain apa?"
"itu sih R.A.H.A.S.I.A"
tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi saki dan ruki kembali ke kelas 2-C. sepanjang pelajaran yang ada dalam pikiran ruki hanyalah canda tawa dan senyum iori dan sahabatnya saki.
"kenapa ini?? hatiku kok rasanya aneh?"
"ada apa denganku ini,apakan aku jadi aneh? hatiku terasa pedih"
"hei...hei..ruki!"
ruki terbangun dari menungannya, ia pun bertanya
"ada apa saki?"
"apa mungkin iori menyukai ruki ya??"
"hah? bicara apa kamu? mana mungkin anak sepintar dia menyukaiku yang bodoh ini, apa lagi aku nih tomboy"
"jadi ruki tidak suka dengan iori?"
"tidak" jawab ruki tegas
"oh, syukurlah. soalnya... aku.. juga suka dengan iori"
"oh, baguslah kalian cocok lho!"
"benarkah?! terima kasih ruki, sudah kuputuskan aku akan menembaknya nanti sepulang sekolah"
dan bel pun berbunyi kali ini bel tanda pulang. setibanya ruki kerumah ia segera masuk ke kamarnya. dan mulai menitikkan air matanya
"hiks...hiks... kenapa selama ini aku tidak menyadarinya.... aku orang bodoh.... dan kini aku telah kehilangan semuanya... senyum... tawa... dan suaramu yang lembut itu.... aku telah menghancurkan semuanya..."
"dan.... apa yang harus kulakukan........ dia..... dan sahabatku akan menjadi sepasang kekasih..... " 
serasa ruangan ini yang semula sunyi kini telah di penuhi suara tangisan seorang gadis yang layu karena cinta ini.

1 komentar: