"putri! kenapa anda meninggalkanku..." si pria berpakaian perang itu menitikan air mata lalu menggendong mayat seorang wanita yang meskipun kini telah tak benyawa, tetapi tetap terlihat cantik. rambut panjang hitamnya tergerai dan diterbang-terbangkan oleh angin, wajahnya yang putih agung kini telah berubah menjadi pucat meskipun begitu dia tetap terlihat indah.
pria itu menggendong seorang wanita yang ia sebut sebagai putri, ia berjalan menelusuri ribuan bahkan jutaan tubuh yang telah kaku.sekelilingnya bagaikan sungai nil yang di penuhi darah. semakin berjalan, pria itu semakin tertatih-tatih, hingga akhirnya ia terjatuh. tubuh putri pun ikut terlempar.
tanpa mempedulikan luka kakinya, si pria itu berdiri dan segera mencari tubuh sang putyi. setelah ditemukannya, ia kembali menggendongnya. berjalan hingga beberapa meter jauhnya. ia membaringkan tubuh putri dengan hati-hati lalu mengelus wajahnya yang dingin beberapa kali.
"putri, meskipun kau telah pergi demi diriku yang tidak berguna ini, aku akan pergi, sekali lagi mengabdi padamu di alam sana"
ia berkata dengan lembut, lalu mengeluarkan sebatang pedang dari tempat diletakkannya, pedang itu berlumuran darah, seperti berkata "aku kehausan darah!".dan dengan sekal;i tusukan pedang itu telah tembus ke perutnya. sebelum mati, ia merangkap ke tempat putri di baringkan dan menggengam tangannya " selamanya...ak..u...men...cin...tai.m..u..." si pria menghelakan napas terakhirnya
"JANGAN!!"
Rou Qing terbangun dari mimpinya, sekujur tubuhnya di penuhi keringat. dalam hati ia berkata
"kenapa ini... setiap waktu aku selalu mimpi hal yang sama, setiap terbangun mataku selalu terisi oleh air mata, ada apa denganku...?"
bersambung....